Kalau ditanya apa yang paling berharga bagi seorang driver online, banyak orang mungkin akan menjawab waktu.
Semakin cepat mendapatkan order berikutnya, semakin besar peluang membawa pulang penghasilan yang lebih baik.
Tapi bagi banyak driver, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk dijaga setiap hari.
Dompet.
Karena menjadi driver online bukan hanya soal mengejar order, tetapi juga soal mengatur pengeluaran agar tetap seimbang dari pagi hingga malam.
Setiap hari ada banyak biaya yang harus dipikirkan.
Isi bensin.
Parkir.
Servis motor.
Pulsa atau paket data.
Makan.
Minum.
Belum lagi kebutuhan keluarga yang menunggu di rumah.
Mungkin satu pengeluaran terlihat kecil.
Tetapi kalau dilakukan berulang setiap hari, jumlahnya bisa cukup besar di akhir bulan.
Karena itulah banyak driver mulai memiliki kebiasaan yang sederhana.
Saat menunggu order, mereka tidak selalu masuk ke kafe atau membeli camilan baru.
Sebagian memilih duduk di minimarket, SPBU, warung kopi langganan, atau basecamp tempat berkumpul sesama driver.
Bukan hanya untuk beristirahat.
Tetapi juga agar pengeluaran tetap terkendali.
Di sela-sela menunggu order itulah biasanya obrolan ringan dimulai.
Mulai dari membahas algoritma aplikasi, lokasi yang sedang ramai, promo terbaru, sampai sekadar berbagi cerita tentang perjalanan hari itu.
Budaya seperti ini sudah menjadi bagian dari kehidupan driver online di banyak kota di Indonesia.
Coffee break bukan lagi sekadar minum kopi.
Tetapi menjadi momen untuk mengembalikan tenaga sebelum kembali ke jalan.
Menariknya, semakin banyak driver juga mulai membawa bekal kecil dari rumah.
Bukan karena tidak ingin membeli makanan.
Tetapi karena mereka sudah tahu bahwa pengeluaran kecil yang berulang sering kali lebih terasa dibanding satu pengeluaran besar.
Sebotol air minum.
Kopi dalam tumbler.
Dan camilan sederhana.
Kebiasaan kecil ini membantu mereka tetap nyaman menjalani aktivitas tanpa harus sering mengeluarkan uang di tengah perjalanan.
Salah satu camilan yang mulai banyak dipilih adalah kurma.
Bentuknya ringkas.
Mudah dibawa di dalam tas atau box motor.
Tidak mudah hancur.
Dan bisa dinikmati kapan saja saat ada waktu luang di sela menunggu order.
Tidak perlu piring.
Tidak perlu sendok.
Cukup buka kemasan, lalu nikmati beberapa butir sebelum kembali menerima order berikutnya.
Yang menarik, setiap orang biasanya punya cara sendiri menikmati kurma.
Ada yang menyantapnya sambil minum kopi hitam di warung langganan.
Ada yang membawanya sebagai teman perjalanan sejak pagi.
Ada pula yang menyimpannya di motor agar selalu siap ketika lapar datang di waktu yang tidak menentu.
Pada akhirnya, menjadi driver online bukan hanya soal bekerja lebih lama.
Tetapi juga soal membuat setiap pengeluaran memiliki nilai.
Karena menjaga penghasilan bukan hanya dilakukan dengan mencari order sebanyak mungkin.
Tetapi juga dengan membangun kebiasaan-kebiasaan kecil yang membantu pengeluaran tetap terkendali.
Di Attiin Kurma, kami memahami bahwa setiap profesi memiliki ritme yang berbeda.
Ada yang bekerja di balik meja.
Ada yang berkarya di depan laptop.
Dan ada juga yang menghabiskan sebagian besar harinya di jalan.
Karena itu, kami menghadirkan berbagai pilihan Kurma Sukari, Kurma Ajwa, Medjool, dan varietas premium lainnya yang praktis dibawa ke mana saja, mudah dinikmati kapan saja, dan siap menemani perjalanan dari order pertama hingga order terakhir setiap hari.
Bagi kami, kurma bukan sekadar camilan.
Kurma adalah teman perjalanan yang sederhana, tetapi selalu siap menemani langkah orang-orang yang bekerja keras untuk keluarganya.
Kesimpulan
Menjadi driver online berarti pandai mengatur ritme kerja sekaligus menjaga keseimbangan pengeluaran harian. Dari bensin, makan, hingga kebutuhan operasional, setiap keputusan kecil dapat memberikan dampak dalam jangka panjang. Karena itu, banyak driver mulai membiasakan diri membawa bekal dan camilan sendiri agar tetap nyaman selama beraktivitas di jalan.
Kalau Anda juga menghabiskan banyak waktu di perjalanan, Attiin Kurma menghadirkan pilihan Kurma Sukari, Kurma Ajwa, Medjool, dan berbagai kurma premium lainnya yang praktis dibawa, mudah dinikmati, dan cocok menjadi teman di sela-sela menunggu order. Sebab perjalanan yang panjang bukan hanya tentang sampai ke tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menjalaninya dengan lebih bijak, nyaman, dan tetap seimbang.
Referensi
- Katadata Insight Center – Perilaku dan Kondisi Ekonomi Mitra Pengemudi Platform Digital di Indonesia.
- Kompas.com – Liputan mengenai keseharian dan tantangan ekonomi pengemudi ojek online.
- KrASIA – Southeast Asia Gig Economy and Platform Workers.
- Nikkei Asia – Southeast Asia’s Gig Economy and Digital Workforce.
- The Star Malaysia – Liputan mengenai budaya kerja dan tantangan pengemudi e-hailing di Malaysia.




